Minggu, 14 April 2013

Kerajaan Bimasakti

Kali ini, kita bahas tentang Bimasakti yuk :D nama blog judul gue emang sengaja gue namai "Milkyway", karena gue suka banget sama yang namanya Astronomi. Kalau sebagian temen gue berpendapat ngeliatin angkasa itu serem, dia bilang dia agak ngeri pas liat meteor jatuh, asteroid jatuh, et cetera. Kalo menurut gue nih, yang begitu - begituan malah asyik lho. Ilmu astronomi TOP dah! Gue di sekolah juga ikut semacam bimbingan olimpiade Astronomi juga, dari mulai kelas 10 SMA malah. *sekarang gue tinggal nunggu hasil keputusan buat lolos OSK Astronomi 2013, dan setelah itu gue purna hiks :'(* Alhasil, nambah juga deh ilmu gue yang juga sesekali gue olah dan campur dari guru sama info yang gue baca di buku ataupun internet.

Anyway, gue nemu artikel soal Bimasakti dari akun twitter @Ilmu_Astronomi nih. Ya kali aja semoga bisa berguna bagi kita semua. Yuk langsung aja, cekidot!

Galaksi kita, Bimasakti, lebih dari sekedar sebuah galaksi raksasa berbentuk spiral berbatang dan berisi ratusan milyar bintang. Galaksi kita juga menjadi pusat kerajaan yang berkuasa atas 20 galaksi yang lebih kecil dan mengorbit Galaksi kita, seperti halnya Bulan mengorbit Bumi. Bintang-bintang yang berkilauan dan busur-busur gas yang berpendaran di dalam foto ini berada di salah satu galaksi kecil tadi, yaitu galaksi katai bernama Awan Magellan Kecil.

Jika kalian tinggal di belahan bumi selatan atau di dekat khatulistiwa (hore, Indonesia salah satunya!), kalian mungkin pernah melihat di langit malam dua awan yang terang tapi agak kabur. Awan yang lebih kecil dinamakan Awan Magellan Kecil, salah satu ‘galaksi satelit’ Bimasakti. Awan Magellan Kecil merupakan galaksi katai, artinya bintang anggotanya berjumlah lebih sedikit daripada yang dipunyai galaksi-galaksi semacam Bimasakti. Bimasakti sendiri beranggotakan sekitar 300 milyar bintang, sedangkan jumlah anggota Awan Magellan Kecil hanya beberapa milyar saja.

Dalam skala kosmis, galaksi katai yang satu ini sangatlah dekat dengan kita. Bila bergerak dengan kecepatan paling besar di alam semesta (yaitu kecepatan cahaya), dari Bumi kita akan tiba di sana dalam waktu kurang dari 200 ribu tahun. Yah, tidak bisa dibilang dekat banget, sih, tapi kalau kita ingin pergi ke galaksi yang kita obrolkan di Space Scoop sebelumnya, kita perlu 47 juta tahun untuk bisa sampai di sana. Itu pun jika kita bergerak dengan kecepatan yang sama: kecepatan cahaya!

Karena jaraknya yang dekat, para astronom bisa menyelidiki fenomena yang sulit diamati di galaksi yang berada lebih jauh. Foto ini memperlihatkan sebuah daerah di Awan Magellan Kecil yang disebut ‘Sayap’. Di area tersebut terdapat tiga gugus bintang yang belakangan ini diselidiki oleh para astronom untuk mencari tahu bagaimana bintang muda terlahir.

Fakta Menarik: Awan Magellan Kecil mengawali perjalanan hidupnya sebagai galaksi spiral berbatang, sama seperti Bimasakti. Namun, gravitasi dari galaksi-galaksi di dekatnya kemudian perlahan mengoyak bentuknya sehingga menjadi tidak beraturan sebagaimana yang kita lihat sekarang.

Source: langitselatan


They Call It "Miracle"

Well, hari ini membosankan. Menunggu masih menjadi sesuatu yang membosankan. Apalagi jika kamu sadar, sesuatu yang kamu tunggu itu nggak jelas apakah iya akan datang, atau enggak sama sekali. Di point tersebut, akankah kamu masih percaya sama yang mereka sebut sebagai keajaiban?


Banyak orang yang sering menungggu keajaiban untuk datang. Dan saya adalah salah satu dari mereka. Kata pepatah “A miracle is something you should believe.” Lalu, haruskah kita percaya?

Lol. Nggak lah, percaya ya sama Tuhan aja mehehe #duhSalahKonteksBanggg :p

Gine deh, tentu saja, untuk memperoleh suatu keberhasilan kita juga harus berusaha, bukan? Mengandalkan keajaiban dan mengandalkan ‘bejo bejan’ adalah sesuatu yang sangat tipis maknanya dija diartikan secara harfiah. *ceilah deuuh

Tapi kadang juga ada orang yang masih aja percaya sama sesuatu terus hal tersebut terwujud juga ada. Kita sering menyebutnya dengan sugesti, yang mana jika kamu percaya, maka bisa aja kewujud.

Contohnya aja temen gue, dia tabah bangeeet.. Ditikung sama orang terdekat sendiripun dia masih aja mau memaafkan. Karena dia percaya, setiap musibah pasti ada hikmahnya. Dan bener aja, dia dapet ‘sesuatu’ yang lebih bagus di kemudian harinya.

Ngomong – ngomong, pasti kalian bingung kan pas gue bilang “menunggu masih menjadi sesuatu yang membosankan” di atas?? :D

Whaha iye sebenernya gue juga bingung XD Okewdeh, emm… yang itu dibahas kapan – kapan aja biar greget muahaha. Sekian deh, semoga bermanfaat. Salam damai dari Bimasakti! :D

April Ini (Dengan) Tanpamu

Malam ini tak terdengar hujan seperti biasanya. Siluet tentangmu masih berkelebat di otakku, mencoba menari – nari lantas hendak merobohkan fokusku. Aku berusaha mematikanmu, namun tak pernah bisa. Ada sesuatu hentakan yang masih berdetum hebat di dadaku. Namamu.

Kutangkis rasa sakitku dengan senyum. Kusapu air mata dengan jemari – jemari halusku. Memori – memori tentangmu terus berputar seperti film yang tak pernah habisnya berhenti. Film dalam otak sedang memainkan skenario kita bulan April. Apakah kau ingat bagaimana skenario yang kita ciptakan?
“Salah siapa?”, tanyaku lirih. Membenamkan wajah ke meja. Seolah berharap film – film tentangmu di otakku segera berakhir.

“Ini salahku. Dia tidak membuat kesalahan. Begitu pula kamu.”, ucapmu.
Pintu kesempatan tertutuplah sudah. Kata terlambat kini adalah milikku seutuhnya. Rasanya seperti terjatuh dari roler coaster. Luka. Sakit. Perih.

Tak terasa, setahun telah berlalu. Segalanya terasa cepat dan mampat— tentu saja bagiku. Sadarkah kamu? Terimakasih telah membuatku jatuh, namun saya bangkit, mencari celah untuk melangkah diantara injakan – injakan kakimu yang merobohkan aku. Kamu tak boleh melakukannya lagi.

Di April ini, entah mana yang harus aku ekspresikan. Sedih karena “oksigen” yang selalu membuatku bernapas lebih berarti itu telah lama menghilang, ataukah bahagia karena “oksigen” tersebut harus menjadi tumpuan hidup orang lain— yang semoga saja bisa menjadikannya lebih berarti. Dimanapun kamu berada, aku masih disini, tak beranjak kemanapun. Aku berdiri di atas harapan, doa, dan keterabaian.

Hadirmu hanyalah ilusi, tak pernah jadi nyata secara emosi. Logikaku terhalang perasaan yang tak bisa kukontrol rapi seperti apa yang sering kaucontohkan.
30 hari ke depan di bulan ini, aku berharap bisa melewatinya walaupun itu tanpamu. Aku memang manja karena terlalu bergantung padamu. Namun, kali ini aku akan membiasakannya. Merubah sikapku— yang meskipun aku tahu hal tersebut tak akan pernah kaupedulikan kembali.

“Sadar akan ketidakmampuanku untuk menyentuh sekaligus memelukmu secara riil, maka aku akan memelukmu dengan doa.”, ucapku lirih

Sekilas cuap-cuap :))


Yoyoow here I am! Tyas Ajeng Nastiti sedang merasa jenuh~ bhahaha XD

Gaada masalah apa-apa si. Kemaren gue sibuk banget, dari jadi panitia (osis emang ribet si, tapi juga banyak pengalaman :D), ikutan lomba, bikin PR dan tugas sedabreg dari guru, trus ikutan seminar kabupaten. *sumpah ini gapenting* Sampe kadang gue ngeluh pengen libur lama biar gue bisa tiduran di kasuh sepangjang waktu haha. Tapi terus terang gue jadi bingung aja, giliran udah libur gini malah garing, gaada kerjaan. Lo semua pasti lagi mikir gue jomblo yee? Wkwkw okewsip *berdehem*, emang bener._.

Mau berkomitmen atau berjomlo-ria gini yaa gamasalah si. Ada moment-moment tertentu saat lo ngrasa pengen berkomitmen atau enggak. Kadang lo mikir "enak kali ye, punya pacar, gue gaperlu nyewa bom-bor car buat pulang." Kadang juga, di situasi yang berbeda lo akan mikir "Ah mending jomblo gini. Free, man! Gaperlu lapor pacar pas gue dijemput cowo laen~ wkwk" #ehMaap :p

Udah ah jadi ngelantur gajelas gue :D *plaak *bluuung *blupblup #modeApaanNih?!

Emm, di blog gue (yang baru) ini, gue pengen nulis-nulis doang, siapa tau kegundahan dan kerisauan hati gue ilang... *ceileh* So, salam kenal semuanya. Makasih udah berkunjung. Happy blogging :))