Kali ini, kita bahas tentang Bimasakti yuk :D nama blog judul gue emang sengaja gue namai "Milkyway", karena gue suka banget sama yang namanya Astronomi. Kalau sebagian temen gue berpendapat ngeliatin angkasa itu serem, dia bilang dia agak ngeri pas liat meteor jatuh, asteroid jatuh, et cetera. Kalo menurut gue nih, yang begitu - begituan malah asyik lho. Ilmu astronomi TOP dah! Gue di sekolah juga ikut semacam bimbingan olimpiade Astronomi juga, dari mulai kelas 10 SMA malah. *sekarang gue tinggal nunggu hasil keputusan buat lolos OSK Astronomi 2013, dan setelah itu gue purna hiks :'(* Alhasil, nambah juga deh ilmu gue yang juga sesekali gue olah dan campur dari guru sama info yang gue baca di buku ataupun internet.
Anyway, gue nemu artikel soal Bimasakti dari akun twitter @Ilmu_Astronomi nih. Ya kali aja semoga bisa berguna bagi kita semua. Yuk langsung aja, cekidot!
Galaksi kita, Bimasakti, lebih dari sekedar sebuah galaksi raksasa
berbentuk spiral berbatang dan berisi ratusan milyar bintang. Galaksi
kita juga menjadi pusat kerajaan yang berkuasa atas 20 galaksi yang
lebih kecil dan mengorbit Galaksi kita, seperti halnya Bulan mengorbit
Bumi. Bintang-bintang yang berkilauan dan busur-busur gas yang
berpendaran di dalam foto ini berada di salah satu galaksi kecil tadi, yaitu galaksi katai bernama Awan Magellan Kecil.
Jika kalian tinggal di belahan bumi selatan atau di dekat khatulistiwa
(hore, Indonesia salah satunya!), kalian mungkin pernah melihat di
langit malam dua awan yang terang tapi agak kabur. Awan yang lebih kecil
dinamakan Awan Magellan Kecil, salah satu ‘galaksi satelit’ Bimasakti.
Awan Magellan Kecil merupakan galaksi katai, artinya bintang anggotanya
berjumlah lebih sedikit daripada yang dipunyai galaksi-galaksi semacam
Bimasakti. Bimasakti sendiri beranggotakan sekitar 300 milyar bintang,
sedangkan jumlah anggota Awan Magellan Kecil hanya beberapa milyar saja.
Dalam skala kosmis, galaksi katai yang satu ini sangatlah dekat dengan
kita. Bila bergerak dengan kecepatan paling besar di alam semesta (yaitu
kecepatan cahaya), dari Bumi kita akan tiba di sana dalam waktu kurang
dari 200 ribu tahun. Yah, tidak bisa dibilang dekat banget, sih, tapi
kalau kita ingin pergi ke galaksi yang kita obrolkan di Space Scoop
sebelumnya, kita perlu 47 juta tahun untuk bisa sampai di sana. Itu pun
jika kita bergerak dengan kecepatan yang sama: kecepatan cahaya!
Karena jaraknya yang dekat, para astronom bisa menyelidiki fenomena
yang sulit diamati di galaksi yang berada lebih jauh. Foto ini
memperlihatkan sebuah daerah di Awan Magellan Kecil yang disebut
‘Sayap’. Di area tersebut terdapat tiga gugus bintang yang belakangan
ini diselidiki oleh para astronom untuk mencari tahu bagaimana bintang
muda terlahir.
Fakta Menarik: Awan Magellan Kecil mengawali
perjalanan hidupnya sebagai galaksi spiral berbatang, sama seperti
Bimasakti. Namun, gravitasi dari galaksi-galaksi di dekatnya kemudian
perlahan mengoyak bentuknya sehingga menjadi tidak beraturan sebagaimana
yang kita lihat sekarang.
Source: langitselatan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar